Cerita Muhammad Taher, Puluhan Tahun Bergelut dengan Sampah

Cerita Muhammad Taher, Puluhan Tahun Bergelut dengan Sampah
Cerita Muhammad Taher menarik gerobak sampah di Jalan Juanda Tanjungpinang. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Cerita Muhammad Taher yang setiap harinya mengangkut sampah dengan gerobak, mengundang kagum. Kisah Taher dari Tanjungpinang ini patut mendapatkan apresiasi.

Bagaimana tidak, lelaki yang telah berusia 57 ini, ternyata hampir 30 tahun dan hampir setengah hidupnya, bergelut dengan sampah.

Yang namanya sampah, pasti kotor dan berbau. Namun Taher tetap ikhlas menjalani profesi sebagai pengangkut sampah.

Cuaca Tanjungpinang juga tidak menghalanginya. Meskipun panas terik dan hujan gerimis, ia tetap mendorong gerobaknya demi kebersihan.

Meskipun demikian, ia menganggap bahwa hal tersebut merupakan keberkahan dan rezeki dari Tuhan kepadanya. Alhamdulillah.

Memulai Pekerjaan

Cerita pagi hari, Taher sudah bersiap menjalankan profesinya itu. Mengenakan kaos dan bercelana pendek, terkadang tanpa alas kaki, ia memulai pekerjaannya.

Ia pun bergerak dari rumahnya lalu membawa dan mendorong gerobak sampah berukuran 2 x 1 meter menyusuri jalan.

Setelah berjalan beberapa meter dari tempat tinggalnya, Taher mulai beraksi mengambil sampah di perumahan warga kawasan Suka Berenang.

Setiap warga yang menggunakan jasa Taher, memberinya upah sebesar Rp 20 ribu per bulan. Warga pun senang lingkungan mereka bersih berkat Taher.

Ia mengambil sampah rumah tangga yang terletak di tong sampah lalu memasukkan sampah itu ke dalam gerobak sampah yang dibawanya.

Setelah berkeliling di perumahan warga, Taher lalu mendorong gerobak penuh sampah itu ke tempat pembuangan sampah di Jalan Juanda Tanjungpinang.

Muhammad Taher dibantu warga mendorong gerobak sampah di Jalan Juanda Tanjungpinang. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Ia menempuh jarak yang cukup jauh mendorong gerobak berisi sampah. Namun dengan sekuat tenaga dan semangatnya, rasa lelah pun sirna.

Keringat yang mengucur tak menghalanginya untuk terus mendorong gerobak yang penuh sampah itu. Sehingga tiba di tempat pembuangan akhir.

Setelah itu, ia langsung memindahkan sampah yang ada di gerobak ke dalam tong sampah besar yang berada di tepi Jalan Juanda.

Di sela sela pekerjaannya itu, Taher melepas dahaga dengan meminum air botol yang dibawanya dari rumah. Istirahat sejenak, lalu melanjutkan pekerjaannya.

Tidak hanya itu, Taher juga memilah sampah dan tidak membuangnya. Ia pun memilih dan mengumpulkan barang bekas yang dibawanya itu.

Selanjutnya Taher memasukkan kembali barang bekas ke dalam gerobaknya. Memanfaatkan sampah itu sehingga menjadi hal yang menghasilkan.

Setiap harinya, ia pulang membawa barang bekas. Mengumpulkannya di rumah lalu menjualnya sehingga ia mendapat uang tambahan.

Mengenal Muhammad Taher

Muhammad Taher dan gerobak sampahnya. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Cerita Taher, ia mengaku telah mengangkut sampah sejak 30 tahun lalu. Ia mempunyai seorang istri dan seorang anak serta seorang cucu.

Ia tinggal di rumah sederhana yang berada di Jalan Delima Tanjungpinang. Cukup jauh ke tempat ia mengambil sampah perumahan warga.

Taher merupakan keturunan Tionghoa. Ia juga seorang Mualaf (masuk Islam) beberapa tahun silam. Selalu menyapa orang lain dengan Assalamu’alaikum.

Tidak ada rasa malu saat menjalankan pekerjaannya. Menurutnya pekerjaan mengangkut sampah adalah pekerjaan halal dan berkah.

Buktinya, dengan ketekunan Taher mampu menafkahi serta membiayai kehidupan keluarganya selama ini. Sehingga ia hidup sederhana dan selalu bersyukur atas pemberian dan nikmat dari Allah Yang Maha Kuasa. (Konten Foto)

Leave a comment