Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran

Foto jurnalistik merupakan bagian dari dunia jurnalistik. Salah satu bidang fotografi yang berfungsi menyampakan pesan dan nilai kejujuran.

Karena itu, dalam proses penyajian sebuah karya fotogafi jurnalistik, harus memenuhi standar serta memenuhi kode etik jurnalistik.

Hal yang terpenting dari foto jurnalistik adalah berdasarkan fakta, etika, dan kejujuran dari seorang foto jurnalis atau pewarta foto saat melakukan pemotretan.

Mengutip berbagai sumber, fotografi jurnalistik menggunakan bahasa visual dalam menyampaikan sebuah pesan kepada publik atau masyarakat.

Sementara itu, definisi umum fotografi jurnalistik adalah sebuah proses mencari, mengumpulkan dan menyajikan foto serta mempublikasikannya menjadi sebuah berita.

Menyiarkannya tentu melalui sebuah media massa seperti surat kabar atau koran, majalah, tabloid serta media siber atau media daring (online).

Jenis-jenis Foto Jurnalistik

Menyadur dari berbagai sumber, berikut beberapa kategori serta penjelasan singkatnya:

1. Hard News atau Spot Photo
 Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran
Petugas pemadam bersama warga berusaha memadamkan api saat kebakaran di Tanjungpinang, tahun 2015 silam. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Foto hard news bersifat aktual dan tak terduga sehingga terikat dengan waktu. Foto jurnalis harus cepat menyampaikannya kepada publik untuk melengkapi berita terkini dan aktual.

Apabila terlambat menerbitkannya, maka publik menganggap nilai peristiwa atau kejadian yang terekam dalam foto tersebut akan berkurang dan tidak penting lagi.

2. General News atau Foto Berita Umum
fotografi-jurnalistik
Polisi mengawal kedatangan pengungsi di Rudenim Tanjungpinang. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Foto jurnalis memotret kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Umumnya general news photo bercerita mengenai kegiatan pemerintah dan kegiatan terencana lainnya.

3. Foto Potrait dan People In The News Photo
Zulfahmi saat mengajar secara daring (online) menggunakan telepon genggam di SLB Tanjungpinang. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Memotret untuk menggambarkan ketokohan seseorang. Tujuannya agar publik atau masyarakat yang melihat foto dapat mengenali seseorang atau objek dalam foto tersebut.

Tidak hanya tokoh populer, foto potrait juga bercerita mengenai seseorang yang mempunyai ekspresi dan keunikan tersendiri dalam kesehariannya.

4. Daily Life Photo atau Human Interest
Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran
Muhammad Taher menjalani aktivitas sehari-hari sebagai petugas kebersihan. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Foto aktivitas sehari-hari seseorang yang menonjolkan sisi kemanusiaannya. Sehingga mampu menggugah perasaan atau emosi serta memberikan inspirasi bagi masyarakat yang melihat foto tersebut.

5. Foto Olahraga atau Sport Photo
Pebalap sepeda BMX beraksi di lapangan Pamedan Tanjungpinang. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Foto yang menampilkan pertandingan seluruh cabang olahraga. Contohnya selebrasi pemain sepak bola ketika mencetak gol. Foto smash atlet pada pertandingan bulutangkis.

6. Foto Seni dan Budaya
Penari beraksi di panggung seni Tanjungpinang. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Foto yang menggambarkan seni dan kebudayaan seperti foto teater, foto seni tari, foto konser musik, dan kesenian serta budaya lainnya.

7. Foto Sosial dan Lingkungan
Petani hidroponik memanfaatkan lahan membangun Rumah Hidroponik. Kontenfoto/Yusnadi Nazar

Menggambarkan kehidupan masyarakat dan lingkungannya. Foto juga dapat menggambarkan kehidupan flora dan fauna.

Itulah beberapa jenis atau kategorinya. Akan tetapi, bidang fotografi lainnya seperti foto lanskap, foto udara, atau foto fashion dapat menjadi foto jurnalistik jika mengandung fakta dan nilai kejujuran serta fotografer menerbitkannya di media massa. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment