Fotografi Analog yang Penuh Tantangan, Lebih Kreatif di Era Digital

Fotografi Analog yang Penuh Tantangan, Lebih Kreatif di Era Digital
Fotografi analog Stasiun Hall Bandung tahun 2004. Dipotret menggunakan kamera analog FM10. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Fotografi analog merupakan salah satu teknik fotografi yang menggunakan film klise sebagai media perekam gambar.

Fotografi analog adalah teknik fotografi yang menggunakan film dan kamera untuk merekam gambar atau foto.

Teknik fotografi film ini, telah berkembang sejak lama dan merupakan penemuan teknik fotografi paling awal.

Teknik ini populer sebelum adanya teknologi digital. Meskipun fotografi digital telah menjadi standar industri dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Menjadi Fotografer Profesional, Giat Belajar Tekuni Teknik Fotografi

Semua proses fotografi analog ini adalah secara manual. Mulai dari memasang film klise, menyeting kamera dan proses cuci dan cetak film.

Tak hanya itu, fotografer harus menguasai semua proses manual guna mendapatkan foto terbaik sebagai karya seni.

Namun hingga saat ini, masih banyak fotografer yang mempelajari dan mempraktikkan fotografi analog.

Meskipun teknologi digital telah mengambil alih pasar fotografi, analog masih memiliki tempat tersendiri bagi pecinta fotografi.

Berikut adalah beberapa hal tentang fotografi analog:

Fotografi analog bekerja dengan cara mengambil gambar menggunakan film sebagai media perekam gambar.

Saat fotografer memotret, film terkena cahaya dari objek. Maka senyawa kimia perak halida atau silver halide pada film, akan terpapar cahaya.

Sehingga menghasilkan gambar pada permukaan film. Kemudian fotografer mengolah film menggunakan bahan kimia di kamar gelap.

Dari cairan dari bahan kimia khusus itu, gambar yang terdapat pada film akan muncul dan terlihat dengan jelas.

Baca Juga: Manfaat Belajar Fotografi Sejak Dini, Kembangkan Kreativitas Anak

Kemudian fotografer mencetak gambar yang terlihat pada film klise itu menggunakan kertas foto.

Fotografer melakukan proses cetak foto dengan meletakkan kertas foto pada sebuah alat yaitu Enlarger.

Setelah melalui proses cetak menggunakan Enlarger, fotografer kemudian mencuci kertas foto menggunakan bahan kimia khusus dan air bersih.

Fotografi Analog yang Penuh Tantangan, Lebih Kreatif di Era Digital
Kamera analog dan film. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Kelebihan Analog

Memiliki kualitas gambar yang berbeda dengan fotografi digital. Gambar pada fotografi analog terlihat lebih alami.

Selain itu, menghasilkan gambar atau foto yang tidak terlalu tajam dan memiliki nuansa warna yang unik dan khas.

Selanjutnya, prosesnya kreatif yang memerlukan ketelitian dan keahlian dalam mengatur setiap pengambilan gambar.

Baca Juga: Belajar Fotografi Bersama Visual Storyteller Beawiharta

Saat memotret harus penuh perhitungan dan pertimbangan yang baik. Hal ini membuat prosesnya menjadi lebih kreatif dan penuh dengan tantangan.

Kemudian keterbatasan film membuat fotografer harus mempertimbangkan setiap pengambilan gambar dengan baik.

Keterbatasan ini membuat fotografer lebih berhati-hati dalam memotret agar menghasilkan gambar yang lebih bermakna.

Kekurangan Analog

Memerlukan biaya yang tinggi untuk membeli film, pengolahan film, dan pencetakan gambar atau foto.

Hal ini membuat fotografi analog terbilang kurang ekonomis dan sulit bagi beberapa orang.

Selain itu, memerlukan waktu yang lebih lama untuk memproses gambar karena harus melalui tahap pengolahan film dan pencetakan gambar.

Baca Juga: Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran

Hal ini terbilang kurang efektif untuk pengambilan gambar pada momen yang cepat berubah atau dalam situasi yang terbatas waktu.

Meskipun memiliki kekurangan dan kelebihan, proses analog ini masih memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri.

Fotografer dapat menikmati proses kreatif dan keterbatasan film yang dapat memperkaya hasil gambar. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment