Fotografi Panggung, Seni Merekam Energi Sebuah Pertunjukan

Fotografi Panggung, Seni Merekam Energi Sebuah Pertunjukan
Fotografi panggung konser The Rolling Stones di New Jersey Amerika tahun 1994 karya fotografer Firdaus Fadlil. (Instagram @firdausfadlil)

Fotografi panggung adalah seni merekam esensi dan energi dari pertunjukan langsung, seperti drama, konser musik, tari, dan teater.

Fotografi panggung atau Stage Photography membutuhkan seperangkat alat kamera, keterampilan dan teknik pengambilan yang unik.

Hal ini untuk menangkap emosi, gerakan, dan ekspresi serta pencahayaan yang menantang dan gerakan yang cepat dari pelaku pertunjukan.

Baca Juga: Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran

Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar fotografi panggung, mulai dari memahami peralatan hingga menguasai tekniknya.

1. Memahami Peralatan atau Kamera

Langkah pertama dalam menguasai fotografi panggung adalah memiliki peralatan yang tepat.

Meskipun banyak fotografer profesional menggunakan peralatan yang mahal, kita tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk memulai.

Namun, investasi dalam peralatan yang baik sangat penting untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

Peralatan yang paling penting untuk fotografi panggung adalah kamera yang dapat mengkondisikan pencahayaan rendah.

Kamera dengan kemampuan ISO yang tinggi ideal, karena memungkinkan mengambil gambar dalam cahaya redup tanpa mengorbankan kualitas gambar.

Baca Juga: Fotografer Indonesia asal Tanjungpinang yang Mendunia

Selain itu, lensa cepat dengan aperture lebar, seperti lensa f / 2,8 atau f / 1,8 akan membantu kita mengambil gambar yang tajam dan jelas.

Bahkan dalam kondisi pencahayaan rendah, lensa bukaan lebar akan membantu mendapatkan gambar atau foto yang tajam.

Menggunakan monopod untuk menopang lensa tele 300mm saat harus memotret panggung dari jarak yang jauh.

Selain itu monopod berfungsi menjaga kamera kita tetap stabil selama menggunakan eksposur panjang.

Tripod atau monopod juga berfungsi mencegah getaran kamera, sehingga menghasilkan gambar yang lebih tajam dan jelas.

2. Menguasai Teknik

Setelah kita memiliki peralatan yang tepat, langkah selanjutnya adalah menguasai teknik fotografi panggung.

Teknik yang paling penting adalah meramal gerakan para pelaku pertunjukan. Berbeda dengan fotografi studio, fotografi panggung tidak dapat diprediksi.

Kita harus siap untuk segala sesuatu. Kenali koreografi dan gerakan pertunjukan, sehingga kita dapat menangkap momen yang tepat.

Teknik penting lainnya adalah menggunakan fokus manual. Dalam kondisi pencahayaan rendah, autofokus kesulitan menemukan fokus.

Baca Juga: Menjadi Fotografer Profesional, Giat Belajar Tekuni Teknik Fotografi

Sehingga menghasilkan gambar yang buram. Menggunakan fokus manual, kita dapat mengendalikan fokus dan mengambil gambar yang lebih tajam.

Teknik penting lainnya adalah sadar akan kondisi. Di atas panggung, ada banyak properti, latar belakang.

Selain itu, ada elemen lain dapat mengganggu perhatian pelaku pertunjukan. Namun perhatikan latar belakang dan pastikan itu tidak membebani pelaku pertunjukan.

3. Mengedit Gambar atau Foto

Setelah mengambil gambar, langkah terakhir adalah mengeditnya. Namun tidak mengedit berlebihan.

Hal ini memungkinkan kita untuk mengoreksi masalah eksposur, menyesuaikan keseimbangan warna, dan meningkatkan kejernihan gambar.

Saat mengedit, sangat penting untuk menjaga suasana dan suasana pertunjukan itu sendiri.

Hindari mengedit berlebihan atau memoles gambar atau foto berlebihan karena dapat mengurangi keaslian pertunjukan langsung.

Baca Juga: Manfaat Belajar Fotografi Sejak Dini, Kembangkan Kreativitas Anak

Jadi, fotografi panggung adalah genre fotografi yang seru dan menantang yang membutuhkan keterampilan, kesabaran, dan perlengkapan yang tepat.

Menguasai teknik fotografi panggung memakan waktu. Tetapi dengan latihan dan dedikasi, kita mendapatkan gambar menakjubkan dari sebuah pertunjukan.

Baik itu merekam drama, konser musik atau pertunjukan tari, ingatlah untuk mengantisipasi gerakan pemain, gunakan fokus manual.

Melalui penjelasan singkat ini, semoga kita dapat mengabadikan momen tak terlupakan di atas panggung.

Fotografi Panggung, Seni Merekam Energi Sebuah Pertunjukan
Foto konser Metallica di Osaka Jepang tahun 1993 karya fotografer Firdaus Fadlil. (Instagram @firdausfadlil)

Legenda Fotografi Panggung Indonesia

Fotografer tanah air pastinya telah mengenal sosok Firdaus Fadlil. Menjadi legenda hidup Stage Photography Indonesia.

Meskipun kini usianya memasuki 61 tahun, ia tetap memotret dan memberikan ilmunya melalui pelatihan-pelatihan fotografi di berbagai daerah.

Daus panggilan akrabnya. Sering berbagi pengalaman serta pembelajaran dalam memotret, menhasilkan dan menciptakan sebuah karya foto.

Menurut Daus, hasil foto tidak hanya harus baik, namun tetap harus indah dan benar. Mulai dari sudut pengambilan, komposisi, hingga pengaturan cahaya.

Baca Juga: Sejarah Foto Jurnalistik, Bermula Sejak Era Perang Dunia

Semua hal tentang fotografi, Daus selalu mengajar dengan teliti kepada fotografer pemula dan penghobi fotografi sehingga menyerap materi dan ilmunya.

Daus mengatakan dalam fotografi, kualitas dan kreativitas fotografer dalam menciptakan hasil karya menjadi hal yang sangat penting.

Selain itu, kreativitas juga menjadi kunci utama agar seorang pemula menjadi fotografer profesional sehingga khalayak dapat menikmati suatu karya foto.

Daus mengimbau para fotografer selalu mengasah kemampuan, mengasah skill serta selalu konsisten dalam menciptakan karya foto.

Baca Juga: Belajar Fotografi Bersama Visual Storyteller Beawiharta

Fotografer asal Tanjungpinang ini, telah memotret banyak konser musik di dalam maupun di luar negeri. Memotret musisi-musisi dunia di berbagai negara.

Mulai dari London Inggris, Jerman, Jepang, Australia, Amerika, Hong Kong, China, Taiwan, Korea hingga Brazil Amerika Selatan.

Memotret musisi Indonesia seperti Ahmad Albar, Chrisye, Iwan Fals, Anggun C Sasmi, GIGI, Slank, /rif, Dewa19, Potret dan masih banyak lagi.

Memotret musisi internasional seperti Metallica, Sepultura, Mr Big, Bon Jovi, Oasis, Michael Bolton, Scorpions dan masih banyak lagi. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment