Musik Britpop, Subgenre Alternatif Rock yang Menginvasi Dunia

Britjamz, band indie asal Tanjungpinang yang mengusung musik britpop, psychedelic rock dan shoegazing. (Official Britjamz)

Musik britpop merupakan salah satu subgenre alternatif rock yang menginvasi dunia. Berkembang di Inggris pada 1980 hingga 1990.

Tentunya penulis dan pembaca mengetahui aliran musik seperti rock, metal, jazz, punk. Namun ada aliran lainnya yang berkembang seperti musik britpop.

Musik britpop sendiri bercirikan budaya Inggris dan perpaduan dari aliran-aliran musik seperti rock Inggris (britrock), glam rock, psychedelic rock dan punk rock.

Baca Juga: Musik Grunge, Genre Khas yang Keras dan Penuh Distorsi

Tidak hanya itu, musik britpop juga berkembang dan berpadu dengan aliran lainnya seperti psychedelic dan aliran shoegazing yang juga tenar di Inggris.

Pengaruh band rock Inggris seperti The Beatles, Led Zeppelin, Sex Pistols, Queen, The Cure, Stone Roses hingga The Smiths, mempengaruhi berkembangnya genre britpop.

Kemunculan awal aliran britpop mampu menghentikan dominasi band-band rock Inggris yang telah eksis terlebih dahulu di Britania Raya.

Baca Juga: Wadah Kreativitas dan Tempat Berkarya Seniman Kota Tua

Sehingga aliran britpop mampu bersaing dengan aliran musik lain seperti heavy metal, progressive rock dan hard rock.

Genre britpop sendiri lebih menekankan identitas dan budaya Britania Raya. Nuansa britpop lebih cerah, tidak seperti aliran musik lainnya.

Nuansa britpop sendiri tidak seperti musik grunge asal Amerika yang lebih keras dan penuh distorsi.

Baca Juga: Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Selain itu, aliran britpop berkembang karena muncul reaksi dari musisi Inggris terhadap berkembangnya musik grunge di Amerika.

Karena itu pula, kemunculan band-band britpop pada 1990 seperti Pulp, The Verve, Blur, Suede, Oasis hingga Radiohead, mampu menginvasi musik dunia.

Istilah Britpop atau British Pop

Mengutip dari berbagai sumber bacaan, pencetus istilah Britpop yaitu John Robb, wartawan majalah Sound, Inggris pada 1980-an.

Saat itu, istilah britpop merujuk pada band Inggris yaitu The La’s, Stone Roses, Inspiral Carpets, dan The Bridewell Taxis.

Majalah musik ternama lain seperti NME, Melody Maker, Select hingga Q Magazine kemudian turut menggunakan istilah britpop.

Sehingga pada 1994, media Inggris secara besar-besaran menggunakan istilah britpop untuk hal-hal yang berkaitan erat dengan musik di Inggris.

Baca juga: Komunitas Evolusi Muzik, Wadah Silaturahim Musisi Tanjungpinang

Rata-rata aliran britpop sendiri bergaya melankolis. Lirik-lirik lagunya yang sendu, kebanyakan bercerita tentang hidup, cinta dan romantisme.

Genre britpop juga berpengaruh kepada gaya hidup seperti gaya berpakaian hingga gaya rambut musisinya dan pendengar musiknya.

Selain itu, musisi britpop menggemari pakaian cukup ketat. Sering mengenakan celana dan jaket jins dipadukan dengan sepatu kets.

Sehingga pada tahun 1990-an, para musisi beraliran britpop, melahirkan gaya baru di Inggris yang disebut gaya indies.

Britpop Menginvasi Indonesia

Demam genre britpop juga menginvasi musik Indonesia pada 1990-an. Sejumlah band mengusung aliran asli Britania Raya ini.

Pada 1990, band Pure Saturday asal Bandung menjadi pengusung pertama britpop di Indonesia. Selanjutnya ada band Cherry Bombshell, Rumah Sakit dan Planet Bumi.

Memasuki tahun 2000 hingga saat ini, menjamur band-band pengusung britpop seperti Peterpan atau Noah dan Nidji termasuk Tiket.

Selain itu, band indie seperti C’mon Lennon, The Sastro, Ballads of the Cliche, The Adams Sajama Cut dan Lain Band yang terpengaruh gaya britpop.

Kemudian Monkey to Millionaire, Cascade, The Morning After, Lipgloss dan Efek Rumah Kaca serta The Milo yang terpengaruh britpop dan shoegazing.

Empat Personel Britjamz asal Tanjungpinang. (Official Britjamz)

Selain itu, ada band indie asal Tanjungpinang yaitu Britjamz yang mengusung genre britpop dan perpaduan psychedelic rock serta shoegazing.

Band ini dibentuk pada tahun 2017. Nasrul Nazar aka Inaz mengisi Vokal dan Akustik Gitar. Rionaldo Boyke Syam Mantiri aka Boy, bermain Drum. Eru Andrian aka Eru mengisi Gitar. Gatot Tri Wahyudi aka Gatot bermain bass.

Berawal dari latihan atau ngejam bersama membawakan lagu lagu band Inggris, sehingga terbentuklah sebuah band yang beraliran britpop yang dinamakan Britjamz.

Britjamz memiliki lebih kurang 15 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis empat single lagu bernuansa britpop, psychedelic rock dan shoegazing.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Britjamz, dapat mendengarnya di Youtube Britjamz Official. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment