Musik Ghazal, Orkestra Seni Melayu Tradisional Kepulauan Riau

Musik Melayu Asli Sebagai Warisan Budaya

Musik Ghazal, Orkestra Seni Melayu Tradisional Kepulauan Riau
Seniman Pulau Penyengat memainkan musik ghazal di Tanjungpinang, tahun 2011. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Musik ghazal merupakan sebuah orkestra seni Melayu tradisional. Genre ini merupakan aliran musik Melayu asli dari Kepulauan Riau.

Sehingga musik ghazal menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kepulauan Riau terkhusus di Kota Gurindam Tanjungpinang.

Musik ghazal merupakan genre tradisional dan asli yang berkembang di daerah Melayu, salah satunya di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Musik Melayu Modern, Punya Karakter Khas dan Nuansa yang Unik

Musik ghazal sendiri merupakan jenis musik kolaboratif. Ciri khas iramanya, terpengaruh pada genre dari timur tengah.

Selain itu, seni ghazal yang memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri ini, juga kental dengan kebudayaan Islam.

Genre musik Melayu asli ini juga merupakan perpaduan antara kebudayaan timur tengah dan kesenian di Kepulauan Riau.

Baca Juga: Musik Alternatif Rock, Pionir Berkembangnya Genre Musik Dunia

Namun, musik ghazal Melayu tradisional mempunyai ciri khas tersendiri berbanding dengan musik dari timur tengah.

Salah satu kekhasan musik tradisional ini adalah lirik dan syair Melayu berpadu dan mengiringi permainan musik musisinya.

Alat-alat musik tradisional seperti harmonium, sitar, tabla, kompang, gong dan biola, turut mengiringi irama dan syair ghazal.

Baca Juga: Musik Pop Punk, Genre Berisik dengan Lirik Penuh Kritik

Selain itu, alat musik akordion, gambus hingga Syarenggi, melengkapi suara vokal sehingga memiliki irama ghazal yang khas dan unik.

Alunan musik yang mendayu-dayu membuat suasana menjadi lebih melankolis serta melahirkan suasana rasa berbeda-beda bagi yang mendengarkannya.

Munculnya musisi atau seniman ghazal, mendapat sambutan hangat di Kepulauan Riau, khususnya di Pulau Penyengat Tanjungpinang.

Baca Juga: Musik Rock, Genre Cadas Legendaris yang Tidak Pernah Mati

Musisi atau senimannya, sangat piawai memainkan alat-alat musik tradisional. Senimannya juga bermain musik dengan memperlihatkan skil individual.

Meskipun begitu, kolaborasi antara syair, lirik, dan berbagai suara alat musik tradisional, berpadu dan irama Melayu tetap terjaga.

Perkembangan Musik Ghazal

Musik Ghazal, Orkestra Seni Melayu Tradisional Kepulauan Riau
Seniman memainkan musik ghazal pada perhelatan kebudayaan di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tahun 2016. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Merangkum dari berbagai sumber bacaan, dahulu kala ghazal berkembang di wilayah Semenanjung Arab. Budaya India turut mempengaruhi seni ghazal ini.

Ghazal awalnya merupakan syair atau puisi yang berirama pada tiap bait dan memiliki pola yang sama.

Selain itu, ghazal pada dasarnya puisi-puisi atau syair-syair yang mengekspresikan ungkapan hati tentang kesedihan, kehilangan dan kegembiraan.

Baca Juga: Musik Pop Rock, Subgenre Rock Kreatif, Melankolis dan Romantis

Dahulu kala, penyair dan ulama asal Persia yaitu Jalaluddin Rumi merupakan yang pertama kali menulis seni syair ghazal.

Kemudian, seni puisi ghazal berkembang ke dalam berbagai bahasa hingga masuk ke kawasan Asia termasuk ke Kepulauan Riau sejak abad ke-12.

Berkembangnya genre Melayu asli di Kepulauan Riau, tidak lepas dari peran seorang tokoh bernama Haji Kenal Muse.

Baca Juga: Musik Funk Rock Alternatif, Genre Bernuansa Berisik Tapi Asik

Awalnya, Haji Kenal Muse yang terkenal dengan panggilan Lomak ini, menyebarkan musik ghazal di Johor, Malaysia.

Haji Kenal Muse alias Lomak ini terus berusaha mengembangkan genre ini agar masyarakat kala itu menerima seni ghazal ini.

Ghazal awalnya sangat kental dengan budaya Arab dan timur tengah. Namun terus berkembang dengan variasi alat musik dan syairnya.

Berkembang di Pulau Penyengat

Selanjutnya, genre Melayu asli ini berhasil menyebar dan berkembang hingga ke Pulau Penyengat Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Pada masa itu, tokoh masyarakat Melayu menggunakan permainan seni ghazal sebagai media dakwah penyebaran agama Islam.

Selain itu, pada masa kerajaan Melayu. Musisi atau seniman menampilkan alunan ghazal pada acara resmi keluarga kerajaan.

Baca Juga: Musik Britpop, Subgenre Alternatif Rock yang Menginvasi Dunia

Hingga kini, musik Melayu asli terus berkembang di Kepulauan Riau. Para musisi dan seniman Melayu terus melestarikannya.

Seni ghazal sendiri mendapat sambutan hangat dari berbagai lapisan masyarakat di Kepulauan Riau.

Sehingga mendorong munculnya sejumlah grup atau kelompok yang melestarikan musik ghazal sebagai warisan budaya.

Baca Juga: Musik Grunge, Genre Khas yang Keras dan Penuh Distorsi

Kini, musisi atau seniman ghazal tetap eksis memainkan musiknya dengan melakukan berbagai inovasi.

Sehingga musisi atau seniman terus menggaungkan genre tradisional Melayu ini dalam berbagai kesempatan.

Alunan musiknya terdengar dalam berbagai upacara adat dan keagamaan hingga menjadi hiburan bagi masyarakat. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment