Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Musik merupakan bahasa yang universal karena dapat menyampaikan pesan tersendiri. Musik juga menjadi hiburan serta teman bagi penikmatnya.

Oleh karena itu, fungsinya tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi sebagian orang, tidak mendengarkan musik akan terasa hampa.

Tidak hanya itu, sebagian orang mendengar alunan irama untuk refreshing dan melepas lelah. Di mana pun itu baik saat perjalanan, saat di rumah, orang akan menikmati musik.

Bahkan, saat ini, di kafe, mall dan pusat perbelanjaan serta tempat umum lainnya, pengelola memutar musik untuk menemani aktivitas pengunjungnya.

Fungsi Musik

Mengutip dari berbagai sumber, suara dan nadanya, dapat memberikan ketenangan, mengurangi stress, memunculkan semangat dan menjadikan penikmatnya semakin produktif.

Sebagian orang berpendapat, musik berperan untuk mengungkapkan perasaan atau meningkatkan emosinya. Membuat sebagian orang menjadi lebih kreatif dan ekspresif.

Sebagai sarana komunikasi yang mampu menciptakan perdamaian dan solidaritas sehingga dapat menyatukan hal yang berbeda-beda.

Menurut penelitian, suara dan nadanya yang lembut, baik untuk kesehatan. Dapat mengurangi dan mengontrol tekanan darah dan meningkatkan konsentrasi pendengarnya.

Selanjutnya, mendengarkan suara merdu musisi atau penyanyinya, dapat membangkitkan energi, bergerak lebih cepat saat beraktivitas.

Menurut University Health News, musik dapat memperjelas memori. Saraf-saraf otak menjadi lebih aktif saat kamu mendengarkan suara dan nada.

Fungsi lainnya adalan sebagai alat pemersatu. Contohnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Sehingga dapat menyatukan perbedaan yang ada dari Sabang di Barat hingga Merauke di timur.

Kreativitas Musisi Tanjungpinang

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu
Musik sebagai bahasa universal dan alat pemersatu.

Tidak hanya dikancah nasional, semangat dan kreativitas bermusik juga berkembang di daerah di Indonesia. Salah satunya di Tanjungpinang, Kepri.

Para penggiat musik atau para musisi lokal juga berekspresi dengan membentuk grup band indie dan menciptakan lagu dan nada tersendiri.

Para musisi ini juga membentuk komunitas musik yaitu Evolusi Muzik sebagai sarana silaturahim, wadah untuk berekspresi dan menciptakan kreativitas tersendiri.

Inilah Band-Band Indie di Tanjungpinang

1. Britjamz

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre atau aliran musik Psychedelic, British Pop dan Shoegaze. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2017 ini, digawangi oleh Nasrul Nazar aka Inaz (Vokal dan Akustik Gitar). Rionaldo Boyke Syam Mantiri aka Boy (Drum). Eru Andrian aka Eru (Gitar). Gatot Tri Wahyudi aka Gatot (Bass).

Berawal dari latihan atau ngejam bersama membawakan lagu lagu band Inggris, sehingga terbentuklah sebuah band yang beraliran British Pop yang dinamakan Britjamz.

Sejak 2017, Britjamz memiliki lebih kurang 15 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis empat single lagu bernada Psychedelic dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Britjamz, dapat mendengarnya di Youtube Britjamz Official.

2. The Kidz

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Grunge. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2017 ini, digawangi oleh Yogie Rizky aka Yogi (Vokal). Andi Indra aka iin (Drum). Marizal Eka Saputra aka Ekay (Gitar). Zicko Mauristha aka Zicko (Bass).

Nama The Kidz mempunyai filosofi sebagai anak-anak yang baru terbentuk. Selayaknya anak-anak yang serba ingin tahu. Suka meniru dan banyak bertanya.

Sehingga hal ini menjadi sangat penting karena bertujuan untuk pertumbuhan dan kemajuan band The Kidz.

Sejak 2017, The Kidz memiliki dua lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Grunge dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu The Kidz, dapat mendengarnya di Youtube The Kidz Official.

3. Miru

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Pop Alternatif. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2008 ini, digawangi oleh Ishak (Vokal). Vino Kurnia Putra aka Vino (Drum). Kamarudin aka Bahar (Gitar). Rino Ramadhian aka Rhino (Gitar). Dwi Apriyanto aka Dwi (Bass).

Berawal dari pekerja Event Organizer, lima personelnya membentuk band Matahari. Kemudian lima personelnya mengubah nama menjadi Miru yang bermakna damai dan harmonis menapaki dunia panggung musik.

Memiliki lebih kurang 40 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua singgle lagu bernada Pop Alternatif dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Miru dapat mendengarnya di Youtube Miru Band Official.

4. Audiofreak

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Funk Rock Alternatif. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2017 ini, digawangi oleh Said Alhadid Al Attas aka Didid (Vokal). Dodi Wahyudi aka Dodi (Drum). Deny Gatot Alfitri aka Lanky (Gitar). Nofrizaldi aka Inop (Bass).

Audiofreak berarti suara-suara yang aneh dan tak lazim. Filosofinya band ini memainkan musik dengan sound atau suara yang tidak biasa.

Memiliki empat lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua single lagu bernada Funk Rock Alternatif dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Audiofreak dapat mendengarnya di Youtube Audiofreak Official.

5. Pagar Ayu

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Pop Punk. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2019 ini, digawangi oleh Lamhot Sihombing aka Mamot (Vokal dan Gitar). Soni Satya Surya aka Apek (Drum). Harry Ramdhani (Gitar). Mahendra Ariesta aka Barad (Bass).

Pagar Ayu menjadi nama yang lucu dan mudah diingat semua. Terinspirasi saat membicarakan soal pernikahan. Lalu muncullah nama Pagar Ayu.

Memiliki 10 lagu ciptaan sendiri. Telah merilis dua single lagu bernada Pop Punk dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Pagar Ayu dapat mendengarnya di Youtube Pagar Ayu Official.

5. Stunned Shocked

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Alternative Rock. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2021 ini, digawangi oleh Rionaldo Boyke Syam Mantiri aka Boy (Vokal). Andi Indra aka iin (Drum). Marizal Eka Saputra aka Ekay (Gitar). Mohammad Imamsyah aka Imam (Bass).

Band ini cukup unik. Bisa disebut sebagai Super Group karena semua personelnya adalah pemain drum atau drummer. Makna dari nama band adalah menciptakan musik yang membuat pendengar kaget, kagum tercengang atau heran.

Memiliki satu lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Alternative Rock dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Stunned Shocked dapat mendengarnya di Youtube Stunned Shocked Official.

6. Hen Tent

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Classic Rock. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2022 ini, digawangi oleh Hendra aka Hen (Vokal). Andi Indra aka iin (Drum). Maliki (Gitar). Eru (Gitar) Nofrizaldi aka Inop (Bass).

Hen Tent mengambil nama panggilan vokalisnya yang mempunyai usaha sewa menyewa tenda. Personelnya merupakan “comotan” personel band-band indie lainnya sehingga dapat menyebutnya Super Group.

Memiliki dua lagu ciptaan sendiri. Namun belum mengeluarkan single karena masih dalam proses rekaman.

7. Denonu

Musik sebagai Bahasa Universal dan Alat Pemersatu

Salah satu band indie yang mengusung genre musik Pop Rock. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Band yang dibentuk pada tahun 2009 ini, digawangi oleh Ratih Indah Haryani aka Ratih (Vokal). Okta Winardi aka Oka (Drum). Eru Ardian aka Eru (Gitar). Okky Cornelis aka Okon (Gitar). Chairul Suhyrman aka Irul (Bass).

Personelnya adalah pecinta kucing. Oleh sebab itu, nama band ini terinspirasi dari nama seekor kucing yang bernama Sonnu. Maka terbentuklah Denonu.

Saat manggung, Denonu biasa membawakan dan mengcover lagu-lagu dari band legendaris Queen, Evanescence dan lagu rocker perempuan bernama Joan Jett.

8. Maliki

Salah seorang solois atau pemusik tunggal yang mengusung genre musik Slow Rock. Meskipun demikian, dalam bermusik tetap mengusung aliran Rock.

Maliki merupakan panggilan dari Muhamad Malik. Memulai sebagai seorang penyanyi atau solois pada 2020 lalu.

Di samping itu, ia juga tergabung dalam band Hen Tent sebagai gitaris. Maliki termasuk musisi multi instrumentalis yang menguasai beberapa jenis alat musik.

Selain bernyayi dengan suara merdu, Maliki juga dapat bermain gitar lead, bass, drum, gendang dan gambus serta mandolin.

Saat menciptakan sebuah lagu, ia juga mengisi sendiri permainan musiknya. Musisi lainnya juga ikut membantu menciptakan alunan musik dimana Maliki sebagai penyanyinya.

Memiliki beberapa lagu ciptaan sendiri. Telah merilis satu single lagu bernada Slow Rock dan Rock.

Bagi pendengar atau penikmat musik yang ingin mendengar lagu-lagu Maliki dapat mendengarnya di Youtube Malik Muhamad Official. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment