Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital dalam Menulis Berita

Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital dalam Menulis Berita
Penggunaan tanda baca dan huruf kapital sangat penting dalam menulis berita. (Ilustrasi/Pixabay)

Penggunaan tanda baca yang baik dan benar merupakan hal yang perlu dalam menulis berita atau artikel.

Penggunaan tanda baca yang baik dan benar dalam sebuah kalimat, berfungsi untuk menyampaikan pesan menjadi lebih efektif.

Setiap tanda baca memiliki fungsi tersendiri dan dapat mengartikan sebuah kalimat berbentuk perintah, pertanyaan dan pernyataan.

Tanda baca memiliki peranan penting dalam menulis yang benar dan sesuai kaidah jurnalistik.

Oleh sebab itu, tanda baca seperti tanda koma dan tanda titik berfungsi sebagai jeda kalimat.

Selain itu, tanda baca juga sebagai tanda berhenti sejenak. Memberikan nafas kepada pembaca untuk membaca kalimat selanjutnya.

Baca Juga: Belajar Menulis Berita dengan Baik dan Akurat

Mengutip Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia kemendikbud.go.id, terdapat beberapa tanda baca dan cara penggunaannya dengan baik dan benar.

Tanda Baca

1. Tanda Titik (.)

• Menggunakan tanda titik pada akhir kalimat pernyataan.

Misalnya:

Saya pernah sekolah di Bandung.

• Menggunakan tanda titik untuk mengakhiri pernyataan lengkap yang mengikuti perincian berupa kalimat baru, paragraf baru, atau subjudul baru.

Misalnya:

Penelitian ini hanya membatasi masalah pada sikap bahasa masyarakat Kalimantan terhadap bahasa-bahasa yang ada di Indonesia.

Sikap masyarakat tersebut akan digunakan sebagai formulasi kebijakan perencanaan bahasa.

• Menggunakan tanda titik di belakang angka atau huruf dalam suatu daftar, perincian, tabel, atau bagan.

Misalnya:

I. Kondisi Kebahasaan di Indonesia

A. Bahasa Indonesia

1. Kedudukan

2. Fungsi

• Menggunakan tanda titik untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

Pukul 01.35.20 (baca: pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)

• Menggunakan tanda titik untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Misalnya:

Indonesia memiliki lebih dari 13.000 pulau.

Baca Juga: Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran

2. Tanda Koma (,)

• Menggunakan tanda koma di antara unsur-unsur dalam perincian berupa kata, frasa, atau bilangan.

Misalnya:

Buku, majalah, dan jurnal termasuk sumber kepustakaan.

• Menggunakan tanda koma sebelum kata penghubung seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk pertentangan.

Misalnya:

Saya ingin membeli kamera, tetapi uang saya belum cukup.

• Menggunakan tanda koma untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat.

Misalnya:

Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

Menggunakan tanda koma di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Misalnya:

Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, dia berhasil menjadi penulis terkenal.

• Menggunakan tanda koma untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Misalnya:

“Kita harus berbagi dalam hidup ini,” kata nenek saya, “karena manusia adalah makhluk sosial.”

• Menggunakan tanda koma sebelum angka desimal atau di antara rupiah yang dinyatakan dengan angka.

Misalnya:

27,3 kg atau Rp500,50

Penggunaan Tanda Baca dan Huruf Kapital dalam Menulis Berita
Memperhatikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital dalam menulis berita. (Ilustrasi/Pixabay)

Huruf Kapital

• Saat menulis, gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama pada awal kalimat.

Misalnya:

Polisi akhirnya menangkap pencuri sepeda motor.

• Saat menulis, gunakan huruf kapital sebagai huruf pertama unsur nama orang.

Misalnya:

Yusnadi Nazar, Muhammad Ayyuhalmaliq Hanif

• Menggunakan huruf kapital pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Misalnya:

“Kami berhasil menangkap pencuri,” katanya.

• Menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama pada setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.

Contoh: Allah, Islam, Al Quran

• Menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.

Baca Juga: Belajar Fotografi Bersama Visual Storyteller Beawiharta

• Menggunakan huruf kapital sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

Kepala Dinas Penerangam Kolonel Malik

• Menggunakan huruf kapital saat menulis nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Misalnya:

bangsa Indonesia, suku Melayu, bahasa Inggris

• Menggunakan huruf kapital saat menulis judul berita atau artikel. Namun tidak semua kata menggunakan huruf kapital seperti dan, yang, atau, di

Misalnya:

Polisi Tangkap Bandar dan Pengedar Ganja di Tanjungpinang

Demikian penjelasan singkat tentang penggunaan tanda baca titik dan koma serta huruf kapital (huruf besar) saat menulis.

Ayo mari belajar menulis yang baik dan benar serta teliti menggunakan tanda titik, koma dan huruf kapital.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua yang membacanya. Aamiin. (*)

Artikel ini Konten Foto rangkum dari beragam sumber

Leave a comment