Pewarta Foto Legendaris Mendur Bersaudara, Perekam Momen Proklamasi Kemerdekaan

Pewarta Foto Legendaris Mendur Bersaudara, Perekam Momen Proklamasi Kemerdekaan
Salah satu foto ikonik pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Soekarno, karya pewarta foto legendaris Frans Mendur. (Sumber: Wikipedia)

Mendur Bersaudara yaitu Alex Mendur dan Frans Mendur merupakan pewarta foto legendaris yang mengabadikan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Dua pewarta foto legendaris ini, menjadi saksi sejarah perjuangan dan Kemerdekaan Indonesia melalui fotografi dan karya foto yang ikonik.

Sebagai pewarta foto, Mendur bersaudara, tak ingin ketinggalan mengabadikan momen penting dan peristiwa bersejarah Indonesia tersebut.

Setelah mendapat kabar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Mendur bersaudara menuju kediaman Presiden Soekarno.

Berbekal kamera Leica dan roll film negatif, Frans Mendur dengan keyakinan diri bertekad mengabadikan peristiwa bersejarah dan momen penting itu.

Akhirnya, pada 17 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta Pusat.

Jadi, Mendur bersaudara adalah pewarta foto Indonesia yang berhasil mendokumentasikan momen pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Foto Jurnalistik, Menyampaikan Pesan dan Nilai Kejujuran

Bukan tanpa halangan, sesaat setelah mengabadikan momen paling bersejarah itu, pasukan Jepang menghadang Mendur bersaudara.

Saat itu, serdadu Jepang menyita kamera Alex yang berisi foto-foto Proklamasi Kemerdekaan. Meskipun demikian, Frans lolos dari hadangan Jepang.

Frans berhasil menyelamatkan kameranya yang berisi roll film yang merekam momen-momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Demi menyelamatkan roll film pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, Frans menanam roll film di sebuah kebun tidak jauh dari kantornya.

Kemudian diam-diam, Mendur bersaudara menyelinap melalui samping Kantor Berita Domei untuk mencuci roll film dan mencetak foto Proklamasi di sebuah laboratorium film.

Akhirnya, Frans berhasil memproses roll film lalu mencetak foto peristiwa bersejarah 17 Agusutus 1945. Kemudian menerbitkan tiga foto ikonik momen Proklamasi.

Leave a comment