Tempat Kuliner Malam Legendaris di Tanjungpinang Bernama Akau

Eksis Sejak Tahun 1959

Tempat Kuliner Malam Legendaris di Tanjungpinang Bernama Akau
Tempat Kuliner Malam Legendaris di Tanjungpinang yaitu Akau Potong Lembu. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Ada tempat kuliner malam di Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang bernama Akau Potong Lembu. Yuk ketahui asal usulnya.

Mungkin ada beberapa versi asal usul nama Akau. Namun kali ini kami akan membahas dari versi pedagang generasi kedua di Akau Potong Lembu yang legendaris itu.

Akau sesungguhnya bukanlah nama pahlawan, jalan atau tempat bersejarah di Tanjungpinang. Akau adalah nama seseorang.

Tempat kuliner malam ini awalnya tidak mempunyai nama. Sedangkan nama Akau tersebut mengambil nama salah seorang pedagang kopi kaki lima.

Baca Juga: Fotografer Indonesia asal Tanjungpinang yang Mendunia

Nama Akau sendiri mengambil nama seorang pedagang kopi bernama Ajang. Ia berdagang sejak tahun 1959 di Jalan Merdeka Tanjungpinang.

Saat itu, orang-orang yang akrab dan mengenalnya, menyapa mendiang Ajang si penjual kopi dengan nama Tionghoanya yaitu Akau.

Sejak saat itu, nama panggilan Ajang yakni Akau, menjadi masyhur dan terkenal di seantero Tanjungpinang dan sekitarnya.

Sehingga sejak saat itu, nama Akau sangat akrab dan populer di telinga masyarakat pencinta kuliner di Tanjungpinang jika ingin pergi minum kopi.

Baca Juga: Nostalgia Foto Tempo Dulu, Yuk Lihat Tempat Legendaris di Pinang

Pada 1959 di Jalan Merdeka, selain gerobak kopi Akau, terdapat empat gerobak pedagang lainnya yang berjualan makanan dari sore hingga malam hari.

Namun seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, pengunjung semakin ramai, pedagang di Jalan Merdeka juga bertambah dan berkembang.

Rata-rata yang berjualan berbagai kuliner adalah masyarakat Tionghoa yang berdomisi di Jalan Merdeka Jalan Gambir Tanjungpinang.

Karena semakin banyaknya pedagang, sekitar tahun 1969, pemerintah saat itu memindahkan pedagang ke Jalan Pos Tanjungpinang.

Akau Lama Jalan Pos yang Terkenal

Lokasi Akau di Jalan Pos Tanjungpinang, tidak jauh dari kawasan Kota Lama Jalan Merdeka. Hanya beberapa ratus meter saja.

Sehingga pemerintah saat itu, menamakan tempat kuliner malam tersebut dengan menyematkan nama Akau yaitu Akau Lama.

Setelah pemerintah memindahkan lokasi kuliner malam ini, pedagang makanan semakin bertambah. Berbagai macam makanan khas tersedia di Akau Lama.

Sehingga, tempat kuliner malam Akau Lama di Jalan Pos semakin terkenal. Tidak hanya masyarakat lokal saja yang berburu kuliner berbagai rasa.

Namun, masyarakat Kepulauan Riau yang berkunjung ke Tanjungpinang, juga ingin merasakan sensasi kuliner malam di Akau Lama.

Baca Juga: Senja di Tepi Laut Tanjungpinang, Suasana yang Tak Terlupakan

Bahkan, wisatawan luar negeri dari Singapura dan Malaysia juga penasaran. Mereka juga berburu dan menikmati kuliner khas berbagai rasa di Akau Lama.

Tempat kuliner malam Tanjungpinang ini, beroperasi cukup lama. Akau Lama Jalan Pos beroperasi lebih kurang 20 tahun.

Seiring perkembangan zaman, Pemerintah Kota Tanjungpinang kembali memindahkan tempat kuliner malam itu ke lokasi baru.

Kini, lokasi Akau Lama telah berubah menjadi pusat perdagangan. Salah satunya menjadi menjadi tempat belanja yaitu Bintan Mall Tanjungpinang.

Akau Potong Lembu yang Melegenda

Tempat Kuliner Malam Legendaris di Tanjungpinang Bernama Akau
Pengunjung bersantai di tempat kuliner malam Akau Potong Lembu. Konten Foto/Yusnadi Nazar

Seiring bertambahnya pedagang makanan di Akau Lama, pemerintah kembali mencarikan tempat baru bagi pedagang untuk berjualan pada malam hari.

Sekitar tahun 90-an, pemerintah memindahkan pedagang Akau Lama ke Jalan Potong Lembu Tanjungpinang.

Lokasi tempat kuliner malam yang baru itu, berjarak lebih kurang 1,5 kilometer dari Akau Lama di Jalan Pos Tanjungpinang.

Baca Juga: Jasa Servis Jam Tangan ‘Pak Achyar’, Melegenda Sejak 1966

Karena lokasi kuliner malam itu, berada di Jalan Potong Lembu, maka dinamakan Akau Potong Lembu. Nama Akau tetap melekat.

Meskipun tempat kuliner modern terus menjamur, Akau Potong lembu tetap favorit dan menjadi pilihan tempat nongkrong masyarakat Tanjungpinang.

Akau Potong Lembu kini melegenda. Masyarakat sekitar menjadikan Akau sebagai tempat ngopi sambil melepas lelah usai seharian bekerja.

Baca Juga: Semangat Kerja Nenek Saniar Mencari Berkah

Mengunjungi Akau Potong Lembu menjadi pilihan masyarakat untuk berburu berbagai macam kuliner khas Tanjungpinang.

Pedagang banyak menjual makanan khas pilihan seperti siput gonggong, mi miskin, haikeng, kwetiau dan sotong kering.

Selain itu ada kuliner lainnya seperti nasi goreng, mi goreng, sate, nasi ayam, ikan bakar, skoteng dan masih banyak lagi.

Menu minuman andalan lainnya adalah kopi O, kopi susu, teh obeng, es cendol dan aneka minuman nikmat lainnya.

Mencari Rezeki di Akau Potong Lembu

Tempat Kuliner Malam Legendaris di Tanjungpinang Bernama Akau
Abdul Gafar alias Apo, menyiapkan pesanan pelanggan di Akau Potong Lembu. Konten Foto/Mohamad Ismail

50 meter sebelum masuk ke kawasan Akau Potong Lembu, pengunjung akan mencium berbagai wangi masakan yang tentunya menggugah selera.

Salah satu wangi sedap itu berasal dari salah seorang pedagang nasi goreng, kwetiau dan sate yaitu Abdul Gafar yang tengah mengolah masakannya.

Abdul Gafar yang kini berusia 47 tahun itu, terkenal dengan nama panggilan Apo oleh pelanggannya.

Apo mengaku ia adalah generasi kedua yang berjualan di Akau. Awalnya orang tuanya yaitu Harmaini yang berjualan sate di Akau.

Baca Juga: Sunset di Tanjungpinang, Mari Nikmati Keindahannya

Namun sejak masih duduk di bangku sekolah, Apo telah ikut membantu orang tuanya yang kini berusia 86 tahun, berdagang sate di Akau Lama.

Jadi, Apo mengetahui persis bagaimana sejarah berdirinya Akau. Orang tuanya berjualan sate di Jalan Merdeka. Tepatnya di samping Akau berjualan kopi.

Apo bercerita, pada tahun 1969, orang tuanya juga ikut pindah berjualan ke Akau Lama di Jalan Pos Tanjungpinang.

“Namanya Ajang, kami memanggilnya Akau. Dia jualan kopi setiap sore di Jalan Merdeka. Orang tua saya dan Akau berjualan berdampingan,” ungkap Apo.

Baca Juga: Band Rock Legendaris Tanjungpinang, Bintang 5 yang Melegenda

“Saat itu, setiap sore, menjelang dan sesudah Magrib, warga berbondong-bodong menuju tempat Akau untuk ngopi dan makan sate,” kata Apo.

Jadi, kata Apo, sejak saat itu, nama Akau melekat diingatan masyarakat penikmat kopi dan pemburu kuliner malam di Tanjungpinang.

Menurut Apo, tidak banyak perbedaan antara Akau Jalan Merdeka, Akau Lama dan Akau Potong Lembu.

Sama-sama tempat kuliner malam dengan tempat makan yang terbuka dengan banyak menu makanan pilihan di malam hari.

Baca Juga: Jual Kerupuk, Perjuangan Seorang Bocah Demi Biaya Sekolah

“Alhamdulillah rata-rata tiap malam untung Rp 250 ribu. Terima kasih kepada orang tua, yang sudah mengasah mental kami saat berjualan,” kata Apo.

Demikian cerita singkat berdirinya tempat kuliner malam yaitu Akau Potong Lembu yang legendaris versi pedagang nasi goreng. (Konten Foto)

Leave a comment